Selasa, 03 November 2015

TIKUS
(Ayu Nabiha S /X MIA 4 /07)
                Suatu hari Jono dan teman-teman berjalan-jalan keliling Jakarta. Mereka melihat gedung-gedung yang tinggi. Mereka meminta paman Jono untuk membantu menyopir mobil. Di sepanjang perjalanan menuju Monas, Jono dan teman-temannya fokus melihat jalan dan gedung di sekitar. Namun tiba-tiba Jimi salah satu teman Jono berkata, “Itu gedung tinggi banget sih, apa iya oramg yamg membuat gedung itu nggak capek dan pegal    tangannya?”
“Lho kok pegel Jim?” kata paman sambil menengok ke belakang.
“Itu kan buat gedungnya tinggi, dan pastinya butuh waktu yang lama buat membangun gedung tersebut. Apa tangan para pekerja itu nggak pegal buat merayap ke atas buat memasang paku?” jawab Jimi menjelaskan.
“Hahaha… kamu aneh Jim, sekarang kan jamannya udah modern, jadinya udah banyak alat canggih,” sahut Jono mentertawai perkataan Jimi.
“Ente-ente ini ngomong apa?” Tanya Juna dengan menggunakan logat Arabnya.
“Ente ini diam aja Bule Arab!” bentak Jimi kepada Juna. “Maka dari itu Jon, apa para tikus nggak capek buat ngitung uang?” lanjut Jimi.
Pamanpun angkat bicara, karena bingung dengan perkataan Jimi, “Lho ini kenapa sampai ngitung uang?” tanyanya.
“Makanya didengerin dulu Paman! Saya kan belum selesai bicaranya,” kata Jimi. “Apa mereka nggak capek ngitung uang tiap hari? Mereka kan sering mengambil uang rakyat buat kepentingan tikus itu sendiri,” lanjut Jimi serius.
“Hahaha.. iya juga Jim. Tikus tak berdosa itu kan sering ngambil tanah rakyat,” jawab Paman sambil tersenyum sinis.
Tiba-tiba Jimi melihat salah satu gedung yang bertuliskan ‘DPR’ dan berkata, “Itu lho Jon, gedung para tikus-tikus rakyat bersarang,” kata Jimi sambil menunjuk gedung tersebut.
“Mereka itu tikus-tikus jahat yang butuh makan seharusnya kan perlu dibasmi,” terang Paman.
“Jangan terlalu berlebih. Para tikus itu juga manusia. Mereka juga pasti berjuang untuk mencari makan,” jawab Jono.
Seketika suasana di dalam mobil menjadi hening. Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju Monas.

2 komentar: